2026-05-29
Kekurangan Selenium Berisiko bagi Kesehatan Tiroid
Selenium adalah nutrisi penting untuk fungsi tiroid, kekebalan tubuh, dan antioksidan. Pelajari peran selenium dalam mencegah penyakit tiroid dan cara mencukupinya.

Kekurangan Selenium Berisiko bagi Kesehatan Tiroid

Halo. Ini adalah Hanaro Medical Foundation, pusat pemeriksaan kesehatan di Jongno. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap penyakit tiroid baru-baru ini, nutrisi terkait tiroid seperti selenium dan yodium juga mulai mendapat perhatian. Di antaranya, selenium adalah nutrisi esensial yang memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti menjaga fungsi tiroid, memperkuat kekebalan tubuh, dan memberikan efek antioksidan. Hari ini, mari kita pelajari tentang ‘Selenium dan Kesehatan Tiroid’ bersama Hanaro Medical Foundation.

Apa itu Selenium?
Selenium adalah elemen mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia dan memainkan peran penting dalam pembentukan serta aktivasi selenoprotein. Terdapat 25 jenis selenoprotein dalam tubuh kita, yang terlibat secara luas mulai dari aksi anti-inflamasi dan antioksidan hingga metabolisme hormon tiroid. Menurut Kementerian Keamanan Makanan dan Obat-obatan, asupan harian rata-rata selenium untuk orang dewasa di Korea adalah sekitar 50mcg.

Peran Selenium ① Produksi Hormon Tiroid
Selenium tidak hanya terlibat dalam metabolisme hormon tiroid, tetapi juga memainkan peran penting dalam melawan stres oksidatif. Selenium membersihkan hidrogen peroksida (H2O2) berbahaya yang dihasilkan selama proses produksi hormon tiroid, melindungi sel dari stres oksidatif, dan mengurangi peradangan. Jika kekurangan selenium, sel-sel tiroid dapat dengan mudah rusak dan produksi hormon tiroid dapat menurun.

Peran Selenium ② Memperbaiki Gangguan Fungsi Tiroid
Hipertiroidisme
Menambahkan asupan selenium bagi pasien hipertiroidisme yang sedang menjalani pengobatan dengan obat antitiroid dapat mempercepat proses pemulihan. Secara khusus, pemberian selenium pada pasien dengan oftalmopati Graves ringan diketahui dapat memperlambat perkembangan penyakit tersebut.
Hipotiroidisme
Tiroiditis Hashimoto, sebuah penyakit autoimun, merupakan penyebab hipotiroidisme. Pemberian suplemen selenium pada pasien tiroiditis Hashimoto dapat menurunkan kadar antibodi tiroid dan memperbaiki fungsi tiroid.

Peran Selenium ③ Pencegahan Tiroiditis Pascapersalinan
Selenium adalah salah satu nutrisi yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama kehamilan. Dalam kasus ibu hamil dengan tiroiditis Hashimoto yang diberikan 200mcg selenium, frekuensi tiroiditis pascapersalinan dan hipotiroidisme berkurang sebesar 50%. Dengan kata lain, mencukupi kebutuhan selenium selama kehamilan dan setelah melahirkan bagi pasien tiroiditis Hashimoto dapat mencegah tiroiditis pascapersalinan dan hipotiroidisme.

Bagaimana Cara Mengonsumsi Selenium?
Karena selenium tidak dapat disintesis di dalam tubuh, ia harus dikonsumsi melalui makanan, dengan anjuran asupan sekitar 100-200mcg per hari. Selenium terkandung secara merata dalam berbagai makanan, namun bagi vegetarian atau mereka yang menjalani diet ketat, mungkin sulit untuk memenuhi asupan yang dianjurkan. Oleh karena itu, mengonsumsi selenium melalui suplemen bisa menjadi cara yang baik, tetapi sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis sebelum meminumnya.
Buah & Sayuran: Paprika, aronia, blueberry, dll.
Kacang-kacangan: Brazil nut, almond, biji bunga matahari, dll.
Seafood: Kerang, tuna, makarel, dll.
Produk Hewani: Daging, jeroan, telur, dll.
Konten ini dikutip dari kolom Spesialis Endokrinologi Lee Eun-jik dari Hanaro Medical Foundation dalam majalah bulanan Asosiasi Kesehatan Masyarakat Korea ‘Healthy Life edisi April’. Silakan merujuk ke kolom di bawah ini untuk detail lebih lanjut.
👇👇👇

Pusat Jongno Hanaro Medical Foundation telah mengundang Profesor Lee Eun-jik, seorang otoritas dalam penyakit tiroid dan hipofisis, untuk memperkuat keahlian dalam perawatan penyakit endokrin.
Kami memberikan perawatan yang berfokus pada hipotiroidisme/hipertiroidisme, tumor tiroid, penyakit hipofisis dan adrenal, serta berbagai terapi hormon seperti anti-penuaan, pertumbuhan masa kanak-kanak, hormon tiroid, hormon korteks adrenal, dan hormon pria. Kami mengharapkan minat dan dukungan Anda.
Anda dapat membuat janji temu dengan Direktur Lee Eun-jik dari Departemen Endokrinologi dengan lebih cepat dan mudah melalui Reservasi Naver.






#Selenium #KesehatanTiroid #Tiroid #HanaroMedicalFoundation #HanaroMedicalFoundationPusatJongno

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa peran selenium dalam kesehatan tiroid?
Ya, selenium memainkan peran penting dalam produksi hormon tiroid dan perlindungan sel. Ini membantu menjaga fungsi tiroid dengan membersihkan hidrogen peroksida berbahaya yang dihasilkan selama produksi hormon, melindungi sel dari stres oksidatif, dan mengurangi peradangan.
Apakah suplementasi selenium membantu pasien dengan penyakit tiroid?
Ya, ini bisa membantu. Ini dapat mempercepat tingkat pemulihan pada pasien dengan hipertiroidisme dan memperlambat perkembangan oftalmopati ringan. Ini juga memiliki efek positif dalam mengurangi kadar antibodi dan meningkatkan fungsi pada pasien dengan hipotiroidisme, seperti tiroiditis Hashimoto.
Apakah aman bagi wanita hamil untuk mengonsumsi selenium?
Ya, ini adalah salah satu nutrisi yang direkomendasikan selama kehamilan. Terutama bagi wanita hamil dengan tiroiditis Hashimoto, suplementasi selenium dapat secara signifikan mengurangi dan membantu mencegah insiden tiroiditis pascapartum dan hipotiroidisme setelah melahirkan.
Berapa banyak selenium yang harus saya konsumsi per hari?
Disarankan untuk mengonsumsi sekitar 100-200mcg per hari. Asupan harian rata-rata untuk orang dewasa di Korea adalah sekitar 50mcg, jadi disarankan untuk mengonsumsinya secara merata melalui berbagai makanan seperti kacang Brazil, makanan laut, dan daging, atau untuk melengkapi dengan nutrisi setelah berkonsultasi dengan spesialis jika diperlukan.