2026-05-29
Urologi Gangnam: Apakah Hematuria pada Pria Merupakan Gejala Kanker Kandung Kemih?
Pelajari penyebab hematuria (darah dalam urin) pada pria, risiko kanker kandung kemih, dan pentingnya pemeriksaan sistoskopi fleksibel di Hanaro Medical Foundation.

Urologi Gangnam: Apakah Hematuria pada Pria Merupakan Gejala Kanker Kandung Kemih?

Halo. Ini adalah Hanaro Medical Foundation, pusat pemeriksaan kesehatan urologi di Gangnam.
Hematuria, atau adanya darah dalam urin, bisa menjadi gejala sementara atau sinyal masalah kesehatan yang serius. Karena penyebabnya sangat beragam, jika Anda mencurigai adanya hematuria, Anda harus segera mendapatkan konsultasi dan pemeriksaan di klinik urologi Gangnam.
Hari ini, bersama Hanaro Medical Foundation, kita akan membahas tentang ‘Penyebab Hematuria dan Metode Pemeriksaannya’.

Jenis-jenis Hematuria
Hematuria adalah kondisi di mana sel darah merah bercampur ke dalam urin, yang menandakan adanya perdarahan di bagian mana pun dari saluran kemih.
✔️ Hematuria Makroskopis: Warna urin berubah hingga dapat dilihat dengan mata telanjang.
✔️ Hematuria Mikroskopis: Hanya dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan mikroskop.
Hematuria memerlukan perhatian khusus karena bisa menjadi sinyal kelainan sistem urologi seperti kanker ginjal atau kanker kandung kemih.

Penyebab Hematuria
Hematuria pada pria paruh baya dapat dicurigai sebagai kanker kandung kemih, kanker ginjal, kanker prostat, atau hiperplasia prostat jinak (BPH). Secara khusus, hematuria adalah gejala paling umum dari kanker kandung kemih, di mana sekitar 80~90% pasien kanker kandung kemih mengalaminya. Hematuria yang muncul pada usia yang relatif muda sering kali disebabkan oleh glomerulonefritis*, infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, trauma, atau olahraga berat. Dengan kata lain, karena hematuria bisa menjadi gejala kanker kandung kemih, sangat penting untuk berkonsultasi dengan spesialis urologi Gangnam.
*Sekelompok penyakit di mana terjadi peradangan dan kerusakan pada glomerulus di ginjal.
Penyebab Ginjal | Penyebab Ureter | Penyebab Prostat | Penyebab Kandung Kemih |
· Glomerulonefritis · Pielonefritis · Kanker Ginjal | · Batu Saluran Kemih · Kanker Saluran Kemih | · Prostatitis · Kanker Prostat · Hiperplasia Prostat Jinak | · Sistitis (Infeksi Kandung Kemih) · Batu Kandung Kemih · Kanker Kandung Kemih |

Pemeriksaan Hematuria
Jika hematuria dicurigai, pemeriksaan dimulai dengan tes urin, dan jika diperlukan, tes darah, USG ginjal, CT abdomen, serta sistoskopi dapat dilakukan. Terutama bagi pria berusia di atas 50 tahun yang mengalami hematuria makroskopis dan memiliki riwayat merokok, kanker kandung kemih harus dicurigai, dan pemeriksaan yang paling krusial dalam hal ini adalah sistoskopi.

Pemeriksaan Sistoskopi Fleksibel
Sistoskopi adalah pemeriksaan untuk melihat langsung kelainan pada kandung kemih dan uretra menggunakan endoskop, yang memungkinkan diagnosis dengan akurasi tinggi. Sistoskopi fleksibel yang kini telah umum digunakan terbuat dari bahan yang lentur, sehingga meminimalkan rasa sakit saat pemeriksaan dan memungkinkan pengamatan area yang lebih luas dari berbagai sudut.
✅ Bentuk ujung yang halus memudahkan penyisipan
✅ Pencitraan NBI yang meningkatkan akurasi diagnosis

Segera Kunjungi Departemen Urologi Jika:
- Sering merasa tidak nyaman saat buang air kecil
- Tidak ada rasa sakit, tetapi kondisi urin terlihat tidak normal
- Mengalami hematuria (darah dalam urin)
- Merasakan gejala tidak normal lainnya pada sistem urogenital

Hanaro Medical Foundation (Gangnam) telah mengundang Profesor Jeong Byeong-ha, mantan Kepala Departemen Urologi di Rumah Sakit Gangnam Severance sekaligus mantan Ketua Tim Klinik Kanker Prostat.
Beliau memberikan layanan medis yang berfokus pada penyakit urologi seperti kanker prostat, hiperplasia prostat jinak, kanker kandung kemih, dan kanker ginjal. Kami mengharapkan perhatian besar dari para pelanggan yang memiliki kekhawatiran terkait penyakit-penyakit tersebut.
Anda dapat membuat janji temu dengan Kepala Pusat Urologi, Profesor Jeong Byeong-ha, dengan lebih cepat dan mudah melalui Reservasi Naver.

#Hematuria #KankerKandungKemih #SistoskopiFleksibel #HanaroMedicalFoundation #HanaroMedicalFoundationGangnam #HanaroLeadersClinic







Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah hematuria selalu berarti kanker kandung kemih?
Tidak, tidak selalu. Hematuria dapat disebabkan oleh berbagai alasan selain kanker kandung kemih, seperti kanker ginjal, kanker prostat, pembesaran prostat jinak, batu saluran kemih, dan infeksi saluran kemih. Namun, karena sekitar 80-90% pasien kanker kandung kemih mengalami hematuria, jika Anda memiliki gejala, Anda harus segera mendapatkan diagnosis yang akurat dari spesialis urologi.
Bisakah hematuria muncul pada kelompok usia muda?
Ya, bisa. Pada kelompok usia yang relatif lebih muda, hematuria sering terjadi karena glomerulonefritis, infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, trauma, atau olahraga berat. Terlepas dari usia, jika hematuria diamati, kami merekomendasikan tes untuk menentukan penyebabnya.
Tes apa yang akan saya jalani jika hematuria dicurigai?
Kami akan mulai dengan tes urine dasar. Selanjutnya, tergantung pada kondisi pasien dan kebutuhan, tes tambahan seperti tes darah, USG ginjal, CT scan perut, dan sistoskopi akan dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi dan penyebab pasti perdarahan.
Apakah pemeriksaan sistoskopi sangat menyakitkan?
Baru-baru ini, sistoskop fleksibel, yang secara signifikan mengurangi rasa sakit, banyak digunakan. Alat ini terbuat dari bahan yang fleksibel untuk meminimalkan rasa sakit selama pemeriksaan, dan berkat bentuk ujungnya yang halus, pemasangan menjadi mudah, mengurangi ketidaknyamanan pasien.
Apa yang harus dilakukan pria di atas 50 tahun jika mereka mengalami hematuria makroskopis?
Anda harus segera mengunjungi departemen urologi dan menjalani sistoskopi. Terutama bagi pria di atas 50 tahun dengan riwayat merokok, risiko kanker kandung kemih tinggi, jadi pemeriksaan langsung kandung kemih dan uretra melalui endoskopi adalah yang paling penting.